Belajar
Mencari bahasa untuk pengalaman dan melihat pola yang sebelumnya tidak disadari.
Mātekkōé adalah cara berpikir—sebuah ruang untuk belajar terbuka melalui tulisan, fotografi, suara, dan film.
Saya bukan motivator atau guru yang telah selesai. Saya sedang belajar memahami manusia—termasuk diri sendiri—dengan menulis, memotret, merekam suara, dan membuat film.
Karya di sini berangkat dari keputusan, kegagalan, perubahan cara berpikir, kehidupan keluarga, tempat tinggal, serta proses membangun sesuatu dengan tangan dan pikiran.
Pengalaman sebagai engineer mengajarkan batas, tanggung jawab, dan cara melihat sistem. Penceritaan memberi ruang untuk memahami bagian manusia yang tidak selalu dapat diselesaikan seperti persoalan teknis.
Matekko berarti ‘teguh’ dalam bahasa Bugis. Akhiran é mengubahnya menjadi sifat: seseorang atau sesuatu yang memiliki keteguhan. Nama ini bukan pernyataan bahwa saya telah teguh, melainkan arah yang ingin terus dilatih.
Mencari bahasa untuk pengalaman dan melihat pola yang sebelumnya tidak disadari.
Menguji pemahaman melalui tanggung jawab, batas, dan persoalan nyata.
Mengubah apa yang dipahami menjadi sesuatu yang dapat dipakai atau dirasakan orang lain.
Untuk membagikan apa yang dipelajari, mengubah pengalaman menjadi manfaat, dan meninggalkan dokumentasi yang masih dapat dipakai ketika pembuatnya sudah tidak ada.